Sabtu, 24 Desember 2016

Pendidikan Seumur Hidup

Pendidikan seumur hidup adalah makna yang seharusnya benar-benar terkonsepsikan secara jelas serta kompherensif dan dibuktikan dalam pengertian, dalam sikap, perilaku dan dalam penerapan terutama bagi para pendidik di negeri itu. Pendidian seumur hidul atau belajar seumur hidup bukan berarti kita harus terus sekolah sepanjang hidup kita. Belajar berarti menfungsikan hidup, orang yang tidak belajar berarti telah kehilangan hidupnya, paling tidak telak kehilangan hidupnya sebagai manusia. Karena hidup manusia itu bukan hanya individu dalam dirinya saja tetapi juga interaksi dengan sesamanya, dengan antar generasi dan kehidupan secara universal. Dalam pendidikan atau belajar terdapat interaksi atau tantangan dari alam luar diri manusia dan balasan dari daya dalam diri manusia. Dalam belajar juga terdapat interaksi komunikasi antara manusia dan berlangsungnya kesinambungan antar generasi serta belajar melestarikan hidup, mengamankan hidup dan menghindari pengrusakan hidup. Belajar berarti menghargai hidup kita.
Konsep pendidikan seumur hidup merupakan gagasan yang universal. Konsep pendidikan seumur hidup memandang pendidikan sebagai satu sistem yang menyeluruh yang didalamnya terkandung prinsip-prinsip pengorganisasian untuk pengembangan pendidikan. Terjadinya perubahan yang begitu cepat terhadap kehidupan manusia dan keadaan jaman lebih-lebih dengan timbulnya gejala globalisasi yang seolah-olah sudah tidak mengenal batas ruang, waktu dan tempat ini merupakan tantangan tersendiri bagi manusia. Oleh karena itu untuk bisa bertahan dan menguasai nasib sendiri dalam kehidupan peranan pendidikan atau belajar sepanjang hayat diperlukan oleh setiap orang.
Hakikat pendidikan seumur hidup.
Dalam kehidupan sehari-hari dari dahulu sudah dapat dilihat bahwa pada hakikatnya orang belajar sepanjang hidup, meskipun dengan cara yang berbeda dan memalui proses yang tidak sama. Jelasnya tidak ada batas usia yang menunjukkan tidak mungkinnya dan tidak dapatnya orang belajar.
Pentingnya pendidikan seumur hidup :
1. Pertimbangan ekonomi
2. Keadilan
3. Faktor peranan keluarga
4. Faktor perubahan peranan sosial
5. Perubahan teknologi
6. Faktor vocational
7. Kebutuhan-kebutuhan orang dewasa
8. Kebutuhan anak-anak awal.
Cukup sekian pemaparan yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan.
Terimakasih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar