Kewajiban setiap manusia yaitu mengenal Allah dan mengenal siapa dirinya. Manusia bukan tanaman dan pepohonan yang tumbuh berkembang tanpa gerak dinamis. Manusia juga bukan binatang yang bergerak tanpa nalar. Dari berbagai sudut pandang yang digunakan dapat kita simpulan bahwa manusia merupakan makhluk Allah yang berjalinkelindan dengan jasad. Dan manusia juga merupakan entitas berfikir. Tanpa adanya roh dalam jasad manusia itu mati. Mati secara umum dapat dipahami sebagai keluarnya roh dari jasad. Sebaliknya, kehidupan manusia terjadi ketika roh ditiupkan Allah ke dalam jasad pada saat itu manusia berada pada fase janin dalam kandungan. Selanjutnya, manusia tumbuh berkembang menjadi manusia dewasa dipengaruhi oleh proses biologis atau jasad, proses kognitif atau akal pikiran, dan proses emosional. Ditegaskan dalam makna Al-Qur'an surat As-Sajadah ke 32 ayat 7-9 tentang asal usul manusia. Bahwa "Allah memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi kamu sedikit sekali bersyukur". Ayat tersebut menguraikan dengan jelas bahwa manusia terdiri dari unsur jiwa, hati, pikiran, pancaindera dan tubuh. Namun sangat disayangkan bahwa manusia sangat sedikit sekalo bersyukur. Perlu kita ketahui bahwa syukur merupakan kunci kesuksesan seseorang. Bersyukur berarti menjaga, memelihara, dan memanfaatkan segala nikmat yang Allah berikan untuk peningkatan kualitas hidup diri, keluarga dan masyarakatnya dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.
Bersikap bersyukur terlihat dari perilaku manusia untuk memenuhi kebutuhan dirinya secara adil. Memenuhi kebutuhan jiwa, hati, pikiran, dan tubuhnya secara seimbang, tanpa mengurangi atau melebihkan, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang berpotensi merusak dan menghancurkan jiwa, hati, pikiran, dan tubuh itu. Kebanyakan dari manusia tidak bersyukur, sehingga bisa membuatnya menjadi sakit, ragu, cemas, dan merugi. Kita mulia dari kebutuhan tubuh kita. Tubuh membutuhkan oksigen, nutrisi berupa makanan yang halal, olahraga dan istirahat. Sedangkan jiwa, ruhani manusia membutuhkan suatu arah, tujuan dan makna dalam hidup. Kebutuhan roh dan tubuh atau jiwa dan raga itu harus dipenuhi setiap hari secara adil.
Manusia bukan hanya tubuh dan jiwa. Manusia memiliki akal pikiran yang harus diasah melalui pendidikan yang memberdayakan. Kecerdasan akal dapat dikembangkan melalui kegiatan belajar mengajar. Oleh sebab itu, islam memerintahkan setiap individu untuk membaca, membaca, dan menulis. Membaca Al-Qur'an, membaca diri dan realitas sosial, serta membaca tanda-tanda yang ada pada alam yang terkembang. Akal juga berkembang melalui dialog dan tanya jawab. Jika dalam proses belajar atau mengajar tidak mengerti dalam suatu persoalan, maka diperintahkanlah untuk bertanya kepada yang mengerti. Bertanya kepada guru, dosen atau siapapun yang bisa memecahkan persoalan itu. Secara filosofis, manusia lebih unggul dari makhluk lainnya dikarenakan manusia memiliki kemampuan berfikir dan mengembangkan ilmu, hal itulah yang membuat manusia berbeda dari makhluk lainnya. Allah mengajarkan ilmu pengetahuan sehingga akal manusia menjadi aktif dan cerdas. Akal cerdas ditandai dengan kemampuan memecahkan masalah secara cepat dengan analisis yang akurat. Allah mengajarkan ilmu melalui alam yang terbentang luas. Manusia belajar dengan mengamati seluruh ciptaan Allah. Kemudian, manusia melakukan serangkaian percobaan dan menjadi peniru kreatif. Dalam belajar, merupakan salah satu peniruan terhadap karya Tuhan yang diajarkan guru atau orang yang ahli. Menjadi pribadi cerdas, cakap, mandiri dan berahlak mulia membutuhkan proses. Allah menganjurkan kepada umat manusia untuk selalu menjaga sholat dan tadarus Al-Qur'an setiap hari, membiasakan puasa di luar ramadhan, dan melatih otot dan ketangkasan dengan berolahraga setiap hari. Proses tersebut dilakukan dengan meminta pertolongan Allah.
Sekian pemaparan yang dapat saya jelaskan, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan.
Terimakasih..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar